Ngomong-ngomong, tau lagu Adu Rayu - Tulus?
Lagu itu menceritakan tentang satu orang yang cewek yang udah lama menjalin hubungan, tiba-tiba dateng yang baru dan cinta juga sama dia. Akhirnya cewek itu galau mau milih yang mana.
Tahun 2018 kemarin (ya, berhubung gue lama nggak ngeblog)..
Itu tahun di mana gue ngerasa bebas banget. Pertama, karena gue tinggal di Bandung. Kedua, gue mikir gue mau fokus kerja. Jadinya nggak ada satupun yang menghentikan gue.
Di balik bahagianya gue, di tahun itu juga gue nggak ngerti kenapa ada hal seperti itu bisa terjadi sama gue.
Mungkin gue nggak bisa cerita di sini sepenuhnya, tapi gue pastikan diri gue dalam beberapa tahun ke depan masih inget dengan kejadian ini dan nggak akan melupakannya seumur hidup.
Di tahun itu, gue merasa seperti bertemu dengan orang yang memang udah ditakdirkan buat ada di hidup gue.
Dia banyak mengubah hidup gue.
Dia bikin gue merasakan hal-hal yang sebelumnya nggak pernah gue rasain.
Dia bikin gue semangat lagi dalam menjalani hari-hari gue.
Dia bikin gue percaya lagi kalo hubungan antar temen itu masih bisa dibangun dan dijalin dengan baik.
Dia bikin gue yang tadinya insecure merasa kalo diri gue ini berharga.
Dia bikin gue ngerasa kalo dirinya itu penuh rasa sayang buat gue.
Gue terlalu menggantungkan banyak harapan di satu orang. Karena apa? Ya, karena udah sayang juga.
Semuanya berjalan begitu lancar ketika jarak yang ada antara gue dan dia bener-bener jauh.
Baru kali itu gue merasakan punya temen yang bener-bener peduli sama gue.
Saat itu boleh dibilang keadaan gue jomblo (?)
Jadi tiap kali gue balik dari Bandung, dia selalu menyempatkan waktunya untuk jemput gue di stasiun.
Setiap kali gue ngedown, dia selalu ada buat gue. Meskipun itu bisnis gue lagi down, dia selalu percaya kalo gue bisa bangkit lagi dan gue bisa berhasil meraih mimpi gue.
Ya, namanya juga manusia. Suka terlena dengan hal-hal baru. Jadi gue mengikuti semua alur itu dengan rasa bahagia karena gue punya seseorang yang akan nemenin gue dalam setiap langkah-langkah di hidup gue kedepannya.
Tapi gue juga belajar, "If something happened too good to be true, it must be something wrong."
You know what? Gue percaya sama kutipan itu, tapi pada saat itu gue yang sedang bahagia dengan banyak kupu-kupu di perut, gagal untuk menemukan sesuatu yang salah. Gue cuma menerima aja seolah ini takdir dari Tuhan yang harus gue jalani. Dan ini adalah sesuatu yang datangnya dari Tuhan yang harus gue syukuri karena setelah perpisahan gue dengan temen-temen lama gue, gue bener-bener dikirimkan satu orang yang amat sangat mengerti dan menerima gue apa adanya.
**
Lambat laun, saking gue merasa gue cocok dengan orang ini. Kita percaya bahwa segala hal yang kita lakukan akan lebih mudah kalau kita tinggal bareng. Kenapa lebih mudah? Karena kita bisa komunikasi secara langsung, bisa mengatasi semua masalah yang ada di bisnis kalo kita deketan (karena jarak rumah gue dan di bisa dibilang cukup jauh).
Dia berjanji untuk jadi partner bisnis gue sampe gue sukses (?) Sebenernya, dilihat dari tujuannya dia aja udah bias. Tapi lagi lagi, itulah seorang Anita jika dia sudah merasa cocok dengan orang lain. Gue akan menaruh banyak harap, banyak rasa sayang, banyak kepercayaan, semuanya dilimpahkan ke satu orang.
Seperti konsep menabung, harusnya kita nggak menaruh semuanya dalam satu tempat yang sama. Misalnya, kita menabung di 3 celengan yang setiap isinya berbeda-beda.
Berandai-andai, jika suatu hari celengan itu dimaling orang? Kita nggak terpuruk-terpuruk amat karena kita masih simpan sebagian di tempat yang berbeda.
Udah tau kan salahnya gue dari awal? Yap. Menaruh semuanya di satu orang.
Resiko terbesar gue ketika gue kehilangan satu orang ini adalah, gue akan kehilangan semuanya. Gue akan sehancur itu. Dan gue akan seterpuruk itu..
Harusnya kita memang nggak pernah kasih double-job untuk seseorang. Ini akan amat sangat memengaruhi keputusan-keputusan dan apa yang akan kita rasakan kedepannya.
Maksudnya double job gimana ya?
Ya misal gini deh, lo punya temen deket, karena lo merasa percaya sama dia dan udah kenal bertahun-tahun juga, lo merasa bisa melakukan bisnis juga sama dia. Segala hal juga lo percayakan sama dia. Jadi, sekarang dia adalah sahabat lo sekaligus partner bisnis lo.
Gue sangat tidak merekomendasikan itu meskipun lo sangat amat percaya dengan sahabat lo.
Kenapa?
Partner bisnis ya partner aja.
Temen ya temen aja.
Sahabat ya sahabat aja.
Lebih baik ketemu seseorang yang langsung mengenal lo secara pribadi sebagai rekan bisnis. Dengan begitu hubungan kalian sebatas partner bisnis aja (ya mungkin main dan ngobrol sesekali, tapi jaga jarak itu perlu).
Ketika sahabat lo adalah partner bisnis lo. Kalian yang tadinya hanya temen cerita satu sama lain dan merasa cocok, bisa bubar jalan pas bisnis bareng. Kenapa? Ya, karena bisnis melibatkan hal-hal yang lebih kompleks. Lo bisa telat ketika lo jadi temennya, tapi lo nggak bisa telat saat lo jadi rekan bisnisnya. Dari hal-hal kecil kayak gini biasanya bisa jadi masalah besar karena lo menganggap kesalahan yang lo lakukan bisa dimaklumi layaknya yang terjadi di persahabatan kalian.
Haha no way! It's totally different! Belum lagi kalo soal ketidakprofesionalisme-an ini nggak berani lo ungkap, karena tiap lo ngungkit ini sahabat lo bakal ngerasa tersinggung. Serba salah kan jadinya?
Kemungkinannya ada dua, bisnisnya yang bubar atau persahabatannya yang bubar. Hehe sotoy banget ya gue? At least, itu yang gue dapet dari kehidupan gue sendiri.
Kalo gue diberikan otak yang cemerlang, gue bakal mikir jauh sebelum hal-hal ini terjadi!
**
Pada akhirnya, manusia emang bakal menentukan jalan hidupnya sendiri-sendiri (BERAT BANGET ANJEEEEER, MAMAAA MAU JADI ANAK KECIL AJAAAA).
Menaruh harapan pada manusia memang bukan hal yang baik.
"HOW TIME FLIES AND PEOPLE CHANGES"
Akhir-akhir ini gue selalu memikirkan kutipan itu.
Gue menyaksikan sendiri kejadian demi kejadian yang bikin gue mikir, "it's not real, it's just your illusion."
Sakit? Iya pasti.
Gimana enggak?
Kalo partner lo in everything berubah (pas kalian saling berjarak) mungkin nggak masalah. Tapi yang jadi masalah adalah, gue melihat dan menyaksikan dan MERASAKAN gimana seseorang bisa tiba-tiba berubah sedikit demi sedikit begitu aja di depan mata gue sendiri.
Perasaan gue seakan gue jatuh dari pesawat yang lagi terbang tinggi. Semuanya tepat menghantam jantung gue. Gak karuan.
Gue gak memungkiri jika ada kekurangan di diri gue yang mungkin membebani partner gue ini. Tapi, setiap kali kita ada masalah, gue selalu mencoba untuk memperbaikinya. Dan tiap kali gue mencoba memperbaikinya, yang gue dapet? Nggak ada... Bener-bener nggak ada. Itu alasan kenapa gue merasa sangat hampa.
Ketika gue berselisih dengan orang-orang terdekat gue, biasanya kita akan saling adu argumen. Bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi untuk membiarkan tiap individu saling mengeluarkan pikirannya dan supaya bisa saling mendengarkan.
Dan biasanya setelah perselisihan itu, kita bisa makin deket karena semakin kenal satu sama lain dan apa yang diinginkan oleh orang tersebut terhadap diri kita. Ya, itu cuma biasanya sih, hehe.
**
Kasus yang kali ini agak beda.
Setiap kali ada masalah dan gue coba memperbaikinya, gue merasa jarak kita selalu menjauh, menjauh, dan semakin menjauh...
Bukannya tambah akrab, kita seakan saling menyalahkan kenapa kita nggak bisa menerima kekurangan satu sama lain.
Tapi, yaudah, namanya juga manusia...
Mungkin aja dulu dia cuma penasaran?
Mungkin setelah semua rasa penasarannya terjawab, dia bener-bener akan pergi?
Yaudah, itu namanya takdir. Nggak bisa dilawan.
Kalau memang seseorang tidak berjuang juga untuk mempertahankan hubungan baik dengan kita, kenapa kita harus? Rasanya lelah berjuang sendirian. Amat sangat lelah seakan-akan diri ini sudah jatuh, tertimpa tangga, diinjak-injak pula. SESAK!
Sekarang gue belajar kalo gue emang nggak boleh bergantung sama siapapun!
Anggaplah semua orang yang datang di hidup gue ini memang ada waktunya (kecuali keluarga). Saat waktunya udah habis, dia akan pergi ninggalin gue, tanpa rasa sesal..
Ya, gue juga harus begitu...
Sekali seseorang memutuskan ninggalin gue atau memutuskan hubungan baik dengan gue.
Buat gue itu memang perpisahan, untuk selamanya...
0 komentar:
Posting Komentar
Comment?