Sabtu, 16 Juni 2012

Really Inspiring Story

Cerita ini saya copy dari internet karena menurut saya sangat mengispirasi dan benar-benar hebat. Andai semua orang berpikir seperti ini, tidak akan ada yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil.


ARTHUR ASHE adalah seorang petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam, yaitu US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). 

Pada 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass jantung. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh, ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. 

Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa TUHAN memilihmu untuk menderita penyakit itu?" 

ASHE menjawab,
"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, 
di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional, 
50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 
5000 mencapai turnamen Grandslam, 
50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, 
empat orang di semifinal, 
dua orang berlaga di final. 
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada TUHAN,"Mengapa saya?".

Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada TUHAN,"Mengapa saya?""

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini: kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan

Ketika yang kita terima justru sebaliknya: penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap TUHAN tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat TUHAN. Namun, ARTHUR ASHE tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. 

Inilah yang bisa kita pelajari dari Arthur Ashe: Tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan semakin berat.

"Ketika Anda merasa terpuruk dan mengalami saat-saat terburuk, ingatlah bahwa kita juga pernah menerima saat-saat yang terbaik."

GOD WANTS YOU TO WIN!

Share: