Dulu, ada sebuah masa dimana kita duduk di kelas, berharap gak ada guru dateng, dan belajar. Dimana bunyi bel sebagai pertanda. Dimana speaker bekerja sempurna sebagai penyebar pengumuman yang singkat. Dimana kelas adalah tempat paling sempurna untuk tidur.
Dulu, ada saatnya dimana pagi-pagi setelah mandi dan buka lemari baju, gue tinggal ambil seragam dan gak perlu melamun sekejap untuk berpikir apa yang akan dipakai hari ini.
Dulu, ada saatnya dimana pagi-pagi gue panik karena topi ilang. Dasi yang gak tau kemana. Kaos kaki dan sepatu yang terpisah. Buku pelajaran yang ketinggalan. PR yang belom dikerjain.
Dulu, ada saatnya dimana gue duduk, kepala yang ada di depan gue tetap sama. Siapa yang duduk disamping gue pun sama. Orang-orang yang gue temui setiap hari pun sama.
Dulu, ada saatnya dimana setiap gue punya masalah, gue merasa gak perlu takut, karena ada temen-temen gue yang siap dengerin cerita gue sampe cerita gue pun keluar dari hati dan mencari tempat lain. Semuanya terasa ringan ketika ada orang yang dengan setia mau menemani dan mendengarkan.
Dulu, ada saatnya dimana setiap "dadah" setiap kali pulang sekolah gak diikuti dengan perasaan gelisah, karena pasti tau besok kita akan bertemu di tempat yang sama (lagi). Karena tau kita akan melihat senyum yang sama setiap harinya. Karena kita mengerti sebab air mata yang jatuh. Karena kita tau kita cukup kuat menghadapi semuanya bersama mereka yang selalu menghiasi hari-hari.
Dulu, ada saatnya dimana setiap perselisihan gak diikuti dengan rasa takut, karena kita tau masih ada waktu untuk memperbaikinya. Karena kita tau, seorang sahabat gak akan pergi karena sebuah masalah, mereka akan kembali untuk menyelesaikan semuanya.
Dulu, ada saatnya dimana kita punya banyak hal kecil untuk ditertawakan. Terlalu banyak hal untuk diceritakan. Terlalu banyak rahasia untuk disebut sebagai rahasia. Terlalu banyak tangis untuk hal yang menyakitkan.
Tapi sayang, masa itu telah berakhir.. Sekeras apapun kita mencoba kembali, kita hanya bisa merasakan kenangan.
Sekarang, tiba saatnya setiap pagi dateng ke kelas yang berubah-ubah. Gak ada lagi hal-hal yang dulu sering kita denger. Dimana tidur adalah momok menakutkan bila dosen yang masuk terkenal killer.
Sekarang, tiba saatnya dimana tiap pagi gue harus mikir baju apa yang akan gue pake. Gak ada lagi hal-hal kecil yang harus gue pake. Gak ada dasi yang harus menggantung, gak ada warna sepatu yang harus sama. Gak ada lagi keluhan tentang buku yang berat, sekarang lebih banyak lembaran kertas yang ada di tas.
Sekarang, tiba masanya tiap gue duduk di kelas, sosok yang di depan gue beda. Di samping gue pun beda. Dimana kursi dan meja lebih banyak menyatu, duduk sendirian tanpa ada chairmate. Setiap keluar kelas selalu ketemu orang yang beda setiap harinya.
Sekarang, tiba masanya ketika gue punya masalah gue ngerasa gak punya siapa-siapa. Gak ada orang yang harus gue tarik tangannya untuk bilang, "gue mau cerita.." dan kita meninggalkan keramaian cuma untuk cerita saat itu juga.
Sekarang adalah masa dimana sebaiknya setiap orang gak 'kepo' tentang masalah pribadi orang lain. Dimana peduli jadi kepo, dan kepo adalah peduli. Dimana gak semua orang bisa lo percaya, termasuk temen deket lo sendiri. Dimana lo bisa ditusuk dalem-dalem cuma gara-gara nilai. Dimana orang mulai belajar bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing.
Sekarang, ada orang yang lagi baca post ini dan beberapa kali bilang, "gak juga" sampe mereka bener-bener ngerasain sendiri akhirnya.
Sekarang, adalah saatnya dimana waktu kebersamaan dengan teman lama harus dicari. Dimana setiap kalimat perpisahan diikuti rasa takut, karena gak yakin akan bertemu lagi dalam waktu yang singkat. Dimana orang yang dulu nyapa kita dengan gak tau malu, sekarang berubah jadi orang yang sangat pemalu untuk menyapa "hai" pertama kali meskipun di dunia maya. Dimana orang yang dulu sering mengganggu berbalik menjadi enggan menyapa karena takut mengganggu.
Sekarang, adalah masa dimana gue takut gak bisa ketemu temen-temen lama gue. Masa dimana gue muak membaca kalimat, "sorry, gak bisa gue sibuk." dan gak ada yang mencoba untuk mencari alternatif untuk ketemu. Dimana satu jam pertemuan pun terasa sangat berarti. Dimana masa-masa yang pernah lewat selalu menjadi perbincangan yang menarik.
Sekarang, adalah masa dimana gue harus telepon, sms, whatsapp, line, skype, dll untuk bercerita ke mereka, temen-temen lama gue. Bahkan, harus meluangkan waktu seadanya untuk sekedar bertemu di tengah padatnya jadwal kuliah. Dimana ketika kita enggan mengontak mereka adalah sebuah hal yang bisa memutuskan segalanya.
Sekarang, adalah masanya dimana terlalu banyak kenangan untuk dikenang.
80% hal yang berarti di sekolah adalah, teman-teman.
Dari seseorang yang merindukan masa sekolahnya,
Saya.

0 komentar:
Posting Komentar
Comment?