Senin, 28 September 2020

What It Feels Like When You're Having a Depression

Semuanya dimulai sejak bulan Desember tahun lalu.

Begitu banyak kejadian yang ngetrigger aku, sampe aku sadar "Kenapa aku nangis setiap hari?"

Rasanya begitu menakutkan.

Detik-detik yang aku habiskan di kosan terasa begitu melelahkan, menyakitkan, dan menyedihkan. 

Memohon orang untuk tetap tinggal adalah sesuatu yang salah.

Tidak peduli sebaik apapun kamu, sepeduli apapun kamu, secinta apa kamu, jika dia ingin pergi, dia akan pergi.


Semuanya terjadi begitu cepat.

Semuanya terjadi begitu tiba-tiba.

Aku kira semuanya baik-baik saja.

Aku kira semua hal bisa dibicarakan seperti biasanya.

Saat keadaan tidak menyenangkan bukan berarti bisa pergi dengan mudah.


Aku menerima kepergiannya.

Tapi, rasa sakitnya begitu membekas.

Semua hal terburuk yang tidak pernah aku bayangkan, benar-benar terjadi.


Perilaku gaslighting sungguh2 menyakitkan untukku. 

Aku terus berperang dengan diriku sendiri. 

Aku tahu aku pasti punya salah sebagai manusia. Tapi, aku tidak pernah memperlakukanmu seburuk ini. Aku tidak pernah berpikir bahwa aku sanggup menyakitimu sedalam ini. 


Aku menyadari ada sesuatu yang salah ketika aku pulang ke kosan dan tanganku gemetar. Aku sangat takut untuk memasuki kamar itu. Apa lagi, ketika aku memasuki kamar itu dan benar-benar mendapati mereka sedang berdua. Sungguh pemandangan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.


Rasanya, tidak cukup kamu menghancurkan ekspektasiku. Kamu juga menghancurkan kepercayaan diriku di lingkungan kerja. Aku sudah hancur namun kamu tetap berpikir bahwa aku harus lebih hancur lagi. 


Aku terus bersedih setiap kali pulang dari kantor.
Aku terus menangis setiap harinya karena perasaanku berkata ada sesuatu yang salah, namun aku tidak bisa tau apa yang salah.

Sampai bulan Februari aku memberanikan diri untuk ke dokter dan menceritakan kondisiku. Dokter mendiagnosa bahwa aku menderita mixed depression & anxiety. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku harus seperti ini?


Aku memutuskan untuk memberitahumu kondisiku, namun yang aku dapat lagi-lagi gaslighting. Padahal, aku hanya berharap kamu bisa menghentikan tindakanmu yang bisa menyakitiku, berhenti saja. Jika ada sesuatu yang disembunyikan, jika belum puas, berhenti saja! Tolong berhenti! Entah itu tindakan atau verbal tolong berhenti!!


Aku benar-benar menangis sepanjang waktu. 

Ketika aku menghirup udara sambil mengetik di laptopku, air mataku mengembang.

Ketika aku berjalan menuju rumah, air mataku mengembang.

Ketika aku memainkan celloku di tengah keramaian, air mataku mengembang.

Ketika aku naik motor, air mataku mengembang.

Ketika aku berdiam diri dan menarik napas, dadaku terasa sakit.

Aku melalui hari-hari seperti itu sepanjang waktu.

Kamu mungkin tidak pernah tau sedalam  apa luka yang aku miliki.

Tapi, seperti itulah hidup dalam keadaan depresi.


Aku ingin tetap hidup, tapi aku merasa tidak hidup.

Aku ingin bernapas dengan lega, tapi dadaku tetap terasa terhimpit.

Aku tidak ingin menangis, tapi air mataku selalu keluar.

Aku tidak ingin merasakan sakit, tapi tetap masih sakit.


Di satu waktu aku bisa benar-benar menikmati waktuku. 

Keesokan harinya mungkin saja aku langsung menangis sambil memukuli dadaku.

Di satu waktu aku bisa dengan tenang memakan makanan enak bersama temanku.

Keesokan harinya mungkin saja aku tergeletak di lantai dengan tatapan kosong.

Aku hanya bisa meredakan pikiranku dengan obat yang aku konsumsi setiap hari.

Obat yang membuatku langsung merasa mengantuk dan tertidur.

Mungkin tidur adalah cara terbaik untuk melupakan semuanya meski sekejap.


Orangnya sudah tidak ada, tapi rasa sakitnya benar-benar menetap.

Aku benar-benar tidak bisa melupakan "caranya" melakukan ini.

Dan betapa dia sanggup melakukan ini semua.

Itu di luar nalarku sebagai orang yang 2 tahun mengenalnya dengan baik.

Kukira hati baiknya tidak akan sanggup melakukan hal seperti ini.

Aku saja yang salah mengenalnya.

Aku yang salah menilainya.


Selamat, kamu sudah berhasil menghancurkan aku. Jika memang kamu sudah puas untuk membalas dendam atas semuanya, selamat. Karena tidak ada sedikitpun di pikiranku untuk menghancurkan kehidupan yang kamu jalani dengan tenang sekarang, berkat menghancurkan aku.


Bayangkan ketika kamu mencintai seseorang dan tidak pernah berpikir bahwa semua itu akan selesai, yang kamu sangat yakini akan terus berjalan seumur hidupmu, apapun kesulitan yang dihadapi. Aku sudah berusaha tetap tinggal dalam keadaan senang maupun sulit. Namun ternyata semuanya tidak sepadan. Pasanganmu terus terang mengungkapkan dia menyayangi orang lain. Apa masuk akal? Hubungan 2 tahun kandas karena mempercayai orang yang baru dikenal dalam 2 bulan?


Aku masih berjuang untuk sembuh dari rasa sakit ini dari depresi yang terus menghantui.

Sungguh, yang kamu lakukan itu bukan hal biasa.

Baguslah, hidupmu jauh lebih baik.

Tapi, Tuhan tidak tidur kan?

Akan ada hari di mana kamu akan membayar semua perbuatanmu. 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Comment?