Ma, aku sakit.
Aku masih sakit.
Walaupun hidupku (terlihat)baik-baik saja.
Dengan banyaknya orang yang berada di sisiku saat ini, aku tetap merasakan sakit.
Meskipun aku tidak lagi memikirkan siapanya, tapi rasa sakitnya terus membekas.
Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan hidup dengan membawa rasa sakit seperti ini.
Terlihat sepele.
Tapi aku benar-benar ingin mengakhiri hidupku.
Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai orang lagi seumur hidupku?
Aku tahu mama pasti senang saat tahu aku punya teman yang aku bawa ke rumah 'kan?
Iya, aku membawa "rumahku" ke rumah.
Tapi, tolong jangan membahasnya lagi.
Melihat namanya saja sudah menyakitkan.
Aku sudah di titik tidak bisa melihat namanya.
Tidak ingin mendengar namanya.
Apalagi melihatnya.
Jika suatu hari ternyata aku tidak bisa menahan sakitnya lagi, yang kubawa setiap hari ini.
Yang masih terasa di setiap helaan napasku.
Setidaknya aku sudah menulis ini untuk mama.
Aku minta maaf tidak bisa bertahan.
Rasanya melelahkan.
Rasanya terlalu menyakitkan.
Untuk terus hidup dengan membawa rasa sakit.
Untuk menghadapi kenyataan bahwa hidupku yang sudah kuserahkan seluruhnya pada seseorang yang meninggalkanku karena orang lain.
Untuk menerima kenyataan bahwa dia membiarkan semua ini terjadi sampai akhir.
Untuk melihatnya tidak pernah berjuang sekalipun hingga kami benar-benar selesai.
Jangan permasalahkan subjeknya.
Tapi rasa sakitnya lah yang membuatku seperti ini.
Aku sudah melakukan apa yang menjadi kewajibanku, Ma.
Untuk menjadi apa yang dibutuhkan orang lain.
Untuk menolong orang lain.
Untuk terus bersikap baik kepada sesama.
Untuk tidak pernah mengambil apa yang bukan hak-ku.
Untuk bisa menahan lidahku agar tidak menyakiti orang lain.
Aku harap mama senang karena aku sudah berusaha hidup menjadi manusia.
Terima kasih untuk selalu memberikanku makanan paling enak setiap aku pulang.
Aku rasa aku akan coba bertahan sedikit lagi.
Paling tidak, untuk tetap pulang dan makan masakan mama.
Aku coba bertahan.
Aku coba.
Tapi, aku tidak bisa janji...
Aku harap mama bisa mengerti.
Aku bertahan karena aku tidak ingin menyakiti mama.
Dan mungkin, malah membuat mama menanggung rasa sakit kehilanganku di sisa usia mama...
Aku minta maaf.
0 komentar:
Posting Komentar
Comment?