Senin, 04 Mei 2020

Still the Same

Sudah bulan kelima, namun semuanya masih sama.

Siapa juga di dunia ini yang ingin hidup dengan kesedihan dan rasa sakit?

Aku masih tidak mengerti.

Mengapa begitu mudahnya kamu jatuh cinta kepada yang lain di saat ada komitmen yang sudah dijalankan?

Mengapa kamu tidak menyelesaikan apa yang harusnya diselesaikan? Sudah puaskah mendapat kebahagiaan yang instan dibanding mencoba memperbaiki semuanya?

Aku dan kamu bisa bersama bukan suatu proses yang instan. Butuh waktu lama untuk saling menyadari sampai akhirnya memutuskan untuk bersama.

Mungkin yang ada dipikiranmu semuanya sudah selesai ketika aku membencimu.

Salah.

Rasa sakitnya jauh lebih besar dari pada itu.

Rasa sakit ini takkan pernah selesai.

Pun ketika aku masih menangis, aku tidak menangisi manusianya. Aku menangisi perbuatannya yang melampaui batas kesadaranku bahwa dia bisa melakukan hal seperti ini.

Aku sering salah menilai orang karena aku menganggap semua orang yang dekat denganku adalah orang yang baik dan wajib aku lindungi.

Tapi, dibodoh-bodohi seperti ini bukankah sudah keterlaluan?

Jika memang keinginanmu untuk bersama dengan orang lain begitu besar, mengapa harus mengorbankan kehidupanku?

Lucunya dunia ini. Orang yang berselingkuh menuduh pasangannya selingkuh karena hal kecil, sedang dia menyembunyikan hal besar. Lucu sekali, Tuhan.

Menyalahkan orang lain..

Menuduh orang lain..

Memaksa untuk berpisah...

Meninggalkan semuanya begitu saja..

Berpura-pura tidak terjadi apapun..

Memanfaatkan kelemahanku..

Bukankah salah satunya saja sudah membuatku sakit? Kenapa kamu lakukan semuanya?


Jika aku bukan orang yang setia, mungkin sedari dulu aku tidak akan pernah menceritakan tentang mereka yang mendekatiku.

Jika aku bukan orang yang setia, mungkin sedari dulu aku akan tergoda melihat orang yang jauh lebih good looking dibanding kamu.

Jika aku bukan orang yang setia, mungkin sedari dulu aku akan meladeni orang yang sekarang bersamamu itu.

Kamu bisa saja berteman. Hanya berteman. Tapi, kamu yang menginginkan lebih dari itu. Selamat, kamu berhasil meraih tujuanmu.

Menyedihkan.

Kamu benar-benar menyedihkan.

Rela menyakiti orang yang selama ini berusaha keras menjaga hubungan kita, menjagamu, benar-benar hanya mencintaimu..

Rela meninggalkan mimpi yang dulunya ingin kita bangun bersama.

Rela meninggalkan teman-teman yang jatuh bangun bersamamu.

Hanya demi bersama orang lain yang baru saja kamu kenal.


Aku harap kamu tidak akan pernah menyesal, karena kamu yang benar-benar menginginkannya.

Aku harap kamu benar-benar mendapatkan apa yang kamu inginkan, sehingga kamu tidak perlu lagi menyakiti seseorang sedalam ini.

Oh ya, orang yang selalu kamu takutkan menjadi orang ketiga diantara kita, iya, dia yang kamu benci itu.

Dia menyelamatkanku.

Tapi, aku melepasnya.

Aku tidak ingin hidup dengan harapan palsu untuk orang lain. Aku tidak ingin ditemui oleh siapapun.

Aku benar-benar sendiri sekarang. Apa kamu sudah puas?

Aku tidak akan pernah berhenti menulis sebelum semua rasa sakit ini menghilang.







Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Comment?